Highlight:
Kevin Warsh, dalam rilis FOMC terbarunya, menunjukkan sikap hawkish seiring inflasi AS (CPI Mei berada di 4,2%) yang tetap membandel. FXStreet menggarisbawahi bahwa tingginya imbal hasil obligasi AS (US 20-Year Yield bertahan di level 5,05%) meningkatkan opportunity cost dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Berdasarkan laporan terbaru Bloomberg dan CNBC, emas spot bergerak di kisaran $4.347/oz setelah mendapat dorongan teknis jangka pendek dari koreksi pasar komoditas. Namun, tekanan fundamental tetap membayangi akibat proyeksi suku bunga higher-for-longer dari Federal Reserve.
Harga perak bergerak lesu di bawah level $69.36/troy ounce . Komoditas ini gagal mempertahankan momentum pemulihan karena pasar kehilangan salah satu pendorong utamanya, yaitu premi risiko inflasi energi.
Minyak mentah WTI (NYMEX) jatuh ke level terendah dalam 15 minggu terakhir, diperdagangkan di kisaran $75,4 - $75,7 per barel. Reuters melaporkan penembusan level psikologis ini mencerminkan berakhirnya "premi perang" di Timur Tengah. Katalis utama kejatuhan ini adalah penandatanganan kesepakatan damai formal AS-Iran di Jenewa. Kesepakatan ini membuka jalan bagi penyelesaian operasi pembersihan ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari.
Rilis data Core PCE hari Jumat menjadi penentu utama. Jika data inflasi ini kembali memanas, ekspektasi pemotongan suku bunga tahun ini akan terkikis sepenuhnya, memperkuat posisi Dolar AS.
===
Data Ekonomi Penting Pekan Ini
====
Tinjauan Teknikal
WEAK XAUUSD

Trade Plan:
===
WEAK XAGUSD

Trade Plan:
===
WEAK OIL

Trade Plan: