
Lonjakan Sementara Akibat Tensi Selat Hormuz
Harga minyak mentah WTI (CLSK) melonjak signifikan di awal pekan, mencapai level $90-an per barel, didorong oleh kekhawatiran geopolitik terkait insiden di Selat Hormuz yang menciptakan premi risiko pasar. Namun, antisipasi pasar terhadap negosiasi diplomatik antara AS dan Iran berpotensi meredakan ketegangan. Keberhasilan diplomasi dapat menghilangkan premi risiko ini, memicu koreksi harga tajam akibat peningkatan pasokan di tengah permintaan global yang melemah.
Harga Pullback ke Area Resistance Kuat
Secara teknikal pada grafik time frame H1, pergerakan naik yang terjadi saat ini merupakan sebuah fase pullback menuju Area Resistance kunci yang berada di rentang 90.41 hingga 93.14 (dengan garis tengah resistance ideal di 92.00). Zona ini bertindak sebagai area supply . Mempertimbangkan divergensi antara sentimen fundamental yang mengarah pada de-eskalasi konflik dan pergerakan teknikal yang sudah mencapai area jenuh di pucuk resistance , terdapat probabilitas tinggi harga akan mengalami reversal (berbalik turun tajam). Bias intraday hingga swing tetap terkonfirmasi bearish selama harga tidak mampu menembus dan tutup di atas level Stop Loss (98.46).
Prediksi: WEAK OIL
Trade Plan:
SELL AREA | : | 90.41 - 93.14 |
SL | : | 98.46 |
TP 1 | : | 85.04 |
TP 2 | : | 78.76 |
TP 3 | : | 72.15 |