
Dolar AS Menguat Ditopang Data NFP dan Ketegangan Geopolitik
Pasca rilis data tenaga kerja Non-Farm Payrolls (NFP) AS yang solid, Dolar AS masih terus mendapatkan dukungan penguatan. Ditambah lagi, berbagai rilis media internasional pada kurun waktu 4-6 April 2026 menyoroti eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta isu seputar Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak global. Kombinasi sentimen ini secara langsung memperkuat daya tarik aset safe-haven bagi Dolar AS (USD) dan menempatkan tekanan jual yang berat pada Poundsterling (GBP). Inggris dinilai sangat rentan terhadap guncangan harga energi yang berisiko menekan pertumbuhan ekonomi domestiknya.
Koreksi Tertahan di Area Resistance
Berdasarkan chart GBPUSD pada time frame H1, harga saat ini sedang berada dalam fase pullback namun pergerakannya tertahan di area resistance kunci (1.32088 - 1.32294). Selama harga tidak mampu melakukan breakout di atas resistance ini, struktur downtrend masih valid dan bias intraday tetap bearish , mengindikasikan potensi penurunan harga lebih lanjut.
Prediksi: WEAK GBPUSD
Trade Plan:
SELL AREA | : | 1.32088 - 1.32294 |
SL | : | 1.32651 |
TP1 | : | 1.31748 |
TP2 | : | 1.31310 |
TP3 | : | 1.30863 |