
Kekhawatiran Inflasi Energi Tekan Daya Tarik Emas
Perhatian utama pasar saat ini tertuju pada gejolak harga minyak mentah (energi) yang dipicu oleh eskalasi geopolitik dan blokade pengiriman di Selat Hormuz. Volatilitas harga energi ini memicu ekspektasi bahwa inflasi akan kembali memanas, yang pada gilirannya secara drastis mengurangi kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Skenario kebijakan moneter ketat dengan suku bunga yang ditahan pada level tinggi ( higher-for-longer ) membuat imbal hasil obligasi tetap menarik, sehingga berpotensi menekan minat investor terhadap emas yang berstatus sebagai aset tanpa imbal hasil ( non-yielding asset ).
Harga Tertekan di Bawah Resistance Kunci, Bersiap Lanjut Drop
Secara teknikal pada time frame 1 Jam (1H), pergerakan XAUUSD terpantau mengalami penolakan ( rejection ) di area resistance dan zona Area Entry yang berada di kisaran level 4753.08 hingga 4778.30. Bertahannya resistance ini menunjukkan masih ada tekanan jual intraday di area tersebut. Selama harga gagal menembus kembali ke atas resistance dan bertahan aman di bawah titik Stop Loss (4821.37), bias pergerakan dominan hari ini tetap mendukung penurunan lanjutan.
Prediksi: WEAK XAUUSD
Trade Plan:
SELL AREA | : | 4778.30 - 4753.08 |
SL | : | 4821.37 |
TP1 | : | 4712.39 |
TP2 | : | 4658.72 |
TP3 | : | 4603.74 |