Support dan Resistance

Menguasai Pondasi Trading: Support dan Resistance

Dalam ekosistem trading forex maupun komoditas, fluktuasi harga adalah hal yang pasti. Harga bergerak naik dan turun bukan tanpa sebab, melainkan didorong oleh dua kekuatan ekonomi dasar: penawaran (supply) dan permintaan (demand).

Untuk membaca arah pergerakan harga tersebut, Quickers memerlukan analisis teknikal. Salah satu teknik paling fundamental dan esensial dalam analisis ini adalah mengenali level Support dan Resistance . Sebelum mempraktikkan teori ini dengan dana sungguhan, sangat disarankan bagi Quickers untuk memiliki akun demo terlebih dahulu. Akun ini berfungsi sebagai laboratorium latihan agar Quickers terbiasa melihat pola pasar tanpa risiko.

Pernahkah Quickers merenung, bahwa di balik angka-angka grafik yang bergerak cepat, sebenarnya terdapat jutaan keputusan manusia yang saling tarik-menarik antara keinginan membeli dan menjual?

Dinamika Penawaran dan Permintaan

Mungkin Quickers masih mengingat prinsip dasar ekonomi:

  • Jika permintaan (demand) meningkat melebihi penawaran, harga cenderung naik .

  • Sebaliknya, jika penawaran (supply) melimpah melebihi permintaan, harga cenderung turun .

Di pasar forex, ada momen-momen tertentu di mana pergerakan harga seolah "berhenti" atau memantul balik. Hal ini terjadi karena kekuatan penawaran atau permintaan di titik harga tersebut sudah tidak lagi dominan. Di sinilah peran Support dan Resistance sebagai penanda batas psikologis para pelaku pasar.

Membedah Definisi Support dan Resistance

Mari kita perjelas definisi kedua istilah ini agar Quickers dapat mengidentifikasinya dengan tepat di grafik.

1. Support (Area Batas Bawah)

Support adalah suatu area atau level harga di mana minat beli (demand) cukup kuat untuk menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam. Secara teknis, ketika harga turun mendekati level ini, para pembeli mulai masuk ke pasar karena menganggap harga sudah cukup "murah". Akibatnya, tekanan jual mereda dan harga cenderung memantul naik kembali.

Support_Area

2. Resistance (Area Batas Atas)

Kebalikannya adalah Resistance . Ini merupakan area atau level harga di mana minat jual (supply) cukup besar untuk menahan harga agar tidak naik lebih tinggi. Di level ini, para penjual mulai mendominasi pasar karena menganggap harga sudah cukup "mahal" atau tinggi, sehingga mereka melakukan aksi ambil untung (profit taking). Akibatnya, kenaikan harga terhambat dan cenderung berbalik turun.

Resistance Area

Area, Bukan Garis Mutlak

Penting untuk Quickers pahami bahwa Support dan Resistance lebih tepat disebut sebagai sebuah area atau zona kisaran harga , bukan satu angka yang mutlak dan presisi. Sangat wajar jika dalam praktiknya, harga sedikit menembus angka tertentu sebelum berbalik arah. Oleh karena itu, fleksibilitas dalam melihat "zona" ini sangat diperlukan.

Cara Identifikasi Sederhana: Lihatlah grafik harga yang bergerak zig-zag (naik-turun).

  • Puncak-puncak harga yang gagal ditembus ke atas adalah Resistance .

  • Lembah-lembah harga yang gagal ditembus ke bawah adalah Support .

Fenomena Perubahan Fungsi (Role Reversal)

Salah satu konsep paling menarik dalam analisis teknikal adalah fakta bahwa level Support dan Resistance tidak bersifat abadi. Ada kalanya kekuatan pasar begitu besar sehingga level-level ini tertembus (breakout).

Ketika penembusan ini terjadi, fungsi dari level tersebut akan berubah atau bertukar peran.

Resistance Menjadi Support

Kondisi ini terjadi ketika harga bergerak naik dengan momentum yang sangat kuat sehingga mampu menjebol area Resistance. Ketika Resistance tertembus, itu artinya kekuatan penjual (supply) di level tersebut telah habis dilahap oleh pembeli.

Setelah harga berhasil melewati Resistance, area yang dulunya dianggap sebagai "batas atas" atau harga mahal, kini berubah persepsi menjadi "batas bawah" atau harga wajar yang baru. Jika harga terkoreksi turun kembali ke area ini, area tersebut kini akan berfungsi sebagai Support baru yang menahan harga untuk tidak jatuh lagi.

Perubahan Level Support and Resistance

Support Menjadi Resistance

Hal yang sama berlaku sebaliknya. Jika harga jatuh menembus area Support karena tekanan jual yang masif, maka area tersebut kehilangan fungsinya sebagai penahan. Area yang dulunya dianggap "murah", kini setelah ditembus, akan dianggap sebagai batas atas baru. Jika harga mencoba naik kembali ke area tersebut, ia akan berhadapan dengan tekanan jual baru, menjadikannya sebagai Resistance .

Dengan memahami konsep perpindahan peran ini, Quickers tidak akan bingung ketika melihat harga terus melaju melewati batas-batas lamanya. Ini adalah tanda tren yang kuat sedang terbentuk.

Support menjadi Resistance


Tentang Support & Resistance

Level Support & Resistance

Pada praktiknya, harga mata uang di pasar forex selalu bergerak naik dan turun. Hal ini juga dipengaruhi oleh supply and demand atas mata uang tersebut.

Kemudian, ada suatu waktu di pasar forex dimana harga berhenti bergerak naik atau berhenti bergerak turun. Hal ini terjadi karena demand atau supply-nya sudah tidak cukup besar untuk menyebabkan harga forex naik atau turun.

Dalam analisa teknikal forex , Anda bisa memperkirakan kapan kira-kira supply atau demand semakin besar. Salah satu caranya adalah dengan mengenali level support & resistance itu tadi.

Mengenal Support & Resistance

Kenali Level Support & Resistance

Support merupakan suatu area level harga dimana pada level tersebut demand cukup besar untuk menahan turunnya harga (Demand > Supply) . Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak turun dan kemungkinan besar akan naik lagi.

Bahasa praktisnya, support adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bearish (turun). Sedangkan resistance merupakan suatu area level harga di mana pada level tersebut supply cukup besar untuk menghentikan naiknya harga (Supply > Demand) .

Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak naik dan kemungkinan besar akan turun lagi. Bahasa praktisnya, resistance adalah level yang diperkirakan akan menahan pergerakan bullish (naik).

Sekarang mari kita lihat gambar berikut ini:

Contoh di atas memperlihatkan garis zig-zag membentuk grafik yang bergerak ke atas.

Ketika harga bergerak naik dan kemudian turun lagi, maka titik tertinggi yang dicapai sebelum turun lagi itulah yang disebut dengan resistance .

Ketika harga bergerak naik lagi, maka titik terendah yang dicapai sebelum harga bergerak naik lagi itu kita sebut sebagai support .

Seperti itulah kita menentukan level support dan resistance seiring dengan pergerakan harga yang naik turun sepanjang waktu.

[ADS]QuickPro_Install[ADS]

Perlu diketahui juga bahwa level support dan resistance tidak harus merupakan level yang pasti. Artinya, wajar jika beberapa trader berselisih beberapa angka ketika menentukan support dan resistance.

Justru hal yang paling penting adalah support dan resistance tersebut berada di kisaran angka yang tidak terlalu jauh jaraknya.

Support Menjadi Resistance dan Sebaliknya

Resistance Menjadi Support dan Sebaliknya

Begini ceritanya…

Meskipun di awal pembahasan Support & Resistance ini dikatakan bahwa level-level tersebut mampu “menahan” laju pergerakan harga, namun tidak berarti bahwa level-level tersebut akan abadi selamanya.

Suatu support tak akan lagi mampu menahan pergerakan turun jika ternyata pada saat itu demand sudah tak lagi cukup besar. Kebalikannya, hal yang sama juga akan terjadi pada resistance, dimana supply tak lagi cukup besar untuk menahan pergerakan naik.

Bayangkan Anda berdiri di salam suatu ruangan. Ada lantai dan langit-langit. Langit-langit ruangan kita analogikan sebagai resistance , sedangkan lantai kita analogikan sebagai support .

Di tangan Anda ada sebuah bola golf. Anda melemparkan bola golf itu ke atas hingga menyentuh langit-langit.

Jika lemparan Anda tidak cukup kuat, maka bola golf itu akan memantul lagi ke bawah. Tapi jika lemparan Anda cukup kuat, maka langit-langit tersebut akan jebol. Begitulah kira-kira analogi dari support yang menjadi resistance dan sebaliknya.

Jadi, ketika resistance “jebol” maka harga akan terus bergerak naik. Resistance yang tadinya berada diatas harga, sekarang posisinya sudah berada dibawah harga. Pada saat itulah resistance menjadi support .

Demikian juga dengan support. Ketika support “jebol” (break) maka harga akan terus bergerak turun. Support yang tadinya berada dibawah harga, sekarang posisinya sudah berada diatas harga. Pada saat itulah support menjadi resistance .

[ADS]belajar-forex[ADS]

Lets Chat Quickpro