Quickpro.co.id - Bagi seorang Trader Forex, level harga tertentu sering kali menjadi pusat perhatian karena bisa menentukan arah pergerakan berikutnya. Saat ini, Trader Forex ramai membicarakan area 97,00 pada Indeks Dolar AS (DXY). Angka ini bukan sekadar level psikologis biasa, tetapi menjadi titik penting di tengah kondisi pasar yang cenderung sepi akibat libur besar. Jika kamu seorang Trader Forex yang aktif memantau pergerakan dolar, memahami dinamika di sekitar level 97,00 bisa membantumu membaca peluang dengan lebih jernih.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang utama, terlihat bergerak di dekat 97,00 pada sesi perdagangan Asia hari Senin. Pergerakan ini terjadi saat pasar Amerika Serikat tutup karena libur Hari Presiden, sementara Tiongkok Daratan juga masih libur Tahun Baru Imlek selama sepekan. Kombinasi dua libur besar ini membuat volume perdagangan relatif tipis, dan kondisi seperti ini sering memicu pergerakan yang tampak “aneh” atau tidak biasa.
DXY Bertahan di 97,00 Saat Likuiditas Menipis
Ketika pasar Amerika Serikat dan Tiongkok sama-sama tutup, likuiditas global otomatis berkurang. Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga bisa menjadi lebih lambat, tetapi juga berpotensi lebih tajam jika ada order besar yang masuk. Level 97,00 pada DXY menjadi perhatian karena berada di area yang cukup sensitif secara teknikal.

Banyak trader melihat angka bulat seperti 97,00 sebagai level psikologis. Angka bulat sering menjadi titik kumpul order, baik itu pending order maupun area take profit dan stop loss. Ketika harga mendekati level ini dalam kondisi volume rendah, kamu perlu ekstra hati-hati karena false breakout lebih mudah terjadi.
Bagi kamu yang trading pasangan seperti EUR/USD atau GBP/USD, pergerakan DXY di sekitar 97,00 bisa memberi gambaran arah jangka pendek. Jika indeks dolar menguat dan bertahan di atas area tersebut, tekanan pada pasangan mayor yang melibatkan USD biasanya ikut terasa.
Data Inflasi AS Melemah, Apa Artinya untuk Dolar?

IHK Januari Turun di Bawah Ekspektasi
Salah satu faktor yang membayangi pergerakan dolar adalah data inflasi terbaru. Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat bulan Januari tercatat naik 2,4% secara tahunan, lebih rendah dibandingkan 2,7% pada bulan Desember dan sedikit di bawah perkiraan 2,5%. Secara bulanan, inflasi naik 0,2%, juga lebih rendah dari ekspektasi 0,3%.
Angka ini memperkuat pandangan bahwa tekanan inflasi mulai mereda. Dalam konteks kebijakan moneter, inflasi yang lebih lemah membuka peluang bagi Federal Reserve untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga pada tahun ini. Bagi pasar forex, ekspektasi suku bunga adalah bahan bakar utama pergerakan mata uang.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Maret mencapai hampir 90%, naik dari 81% seminggu sebelumnya. Namun, pasar memperkirakan sekitar dua kali pemotongan suku bunga masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun, dengan peluang pemotongan pertama pada bulan Juni sekitar 52%.
Artinya, walaupun dalam jangka pendek suku bunga kemungkinan tetap, pasar sudah mulai mempersiapkan skenario pelonggaran kebijakan. Ekspektasi ini bisa membatasi penguatan dolar dan membuat DXY sulit menembus jauh di atas level 97,00 jika tidak ada katalis tambahan.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan stabilitas yang cukup solid. Nonfarm Payrolls meningkat paling besar dalam lebih dari setahun, sementara tingkat pengangguran justru menurun secara tak terduga. Ini menjadi sinyal bahwa pasar tenaga kerja masih tangguh.
Presiden The Fed Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa laporan inflasi terbaru memang memiliki sisi positif dan sisi yang perlu diwaspadai, terutama pada inflasi jasa yang masih tinggi. Ia juga menekankan bahwa data tenaga kerja Januari menunjukkan stabilitas dengan pendinginan yang moderat.
Bagi kamu sebagai trader forex, kombinasi inflasi yang melambat tetapi tenaga kerja yang tetap kuat menciptakan situasi yang tidak sepenuhnya jelas. Dolar tidak memiliki alasan kuat untuk melonjak tajam, tetapi juga tidak mudah tertekan dalam. Inilah sebabnya level 97,00 menjadi area tarik-menarik yang menarik untuk diamati.
Kenapa Level 97,00 Jadi Area Penting bagi Trader Forex?
Level 97,00 bukan hanya angka bulat. Dalam konteks teknikal, area ini sering berfungsi sebagai support atau resistance jangka pendek, tergantung dari struktur pasar sebelumnya. Ketika harga bergerak mendekati level psikologis dalam kondisi likuiditas rendah, reaksi pasar bisa lebih dramatis.

Jika DXY mampu bertahan dan ditutup konsisten di atas 97,00, maka ini bisa membuka ruang penguatan lanjutan. Sebaliknya, jika terjadi penolakan kuat di area tersebut, potensi koreksi dolar terhadap mata uang utama lainnya bisa meningkat.
Sebagai trader, kamu tidak cukup hanya melihat levelnya saja. Perhatikan juga momentum, volume, serta sentimen fundamental yang sedang berkembang. Apakah pasar lebih fokus pada inflasi yang melemah atau pada kekuatan tenaga kerja? Jawaban atas pertanyaan itu akan menentukan arah berikutnya.
Strategi Menghadapi Pergerakan DXY di Tengah Libur Pasar
Kondisi pasar yang sepi sering membuat banyak trader ragu untuk masuk posisi. Namun, bukan berarti tidak ada peluang. Justru di saat volume rendah, kamu bisa lebih fokus membaca struktur harga tanpa terlalu banyak gangguan volatilitas ekstrem dari rilis data besar.

Jika kamu melihat DXY bergerak tipis di sekitar 97,00, cobalah untuk menunggu konfirmasi yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan. Hindari overtrading hanya karena pasar terlihat “tenang”. Dalam forex, disiplin jauh lebih penting daripada frekuensi transaksi.
Perhatikan juga kalender ekonomi setelah periode libur berakhir. Ketika likuiditas kembali normal, pergerakan yang sebelumnya tertahan bisa menemukan arah yang lebih tegas. Momentum baru sering muncul setelah pasar kembali aktif sepenuhnya.
Pada akhirnya, fokus pada manajemen risiko tetap menjadi kunci. Tidak peduli seberapa menarik level 97,00 terlihat, kamu tetap perlu menentukan batas risiko yang rasional dan konsisten.
Level 97,00 pada Indeks Dolar AS bukan sekadar angka. Ia mencerminkan ekspektasi suku bunga, kondisi inflasi, dan kekuatan pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Bagi kamu yang ingin menjadi trader forex yang lebih peka terhadap sentimen global, memahami hubungan antara data fundamental dan level teknikal seperti ini adalah langkah penting. Jangan hanya membaca dan mengamati. Mulailah praktik langsung agar kamu benar-benar memahami bagaimana pergerakan dolar memengaruhi pasangan mata uang yang kamu tradingkan.
Buka akun demo sekarang, Jika kamu sudah siap melangkah lebih jauh dan merasakan dinamika pasar sesungguhnya, kamu bisa buka akun real di Quickpro.co.id .
Semakin cepat kamu mulai berlatih, semakin cepat kamu memahami bagaimana pasar forex benar-benar bergerak.