Masih Trading Modal Tebak-tebakan? Ini Rahasia Analisis Fundamental yang Bisa Bikin Trading Kamu Makin Cuan!

Quickpro.co.id – Dalam dunia trading, harga aset tidak bergerak secara acak. Di setiap kenaikan atau penurunan harga, ada berbagai faktor yang menjadi penyebabnya; mulai dari kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah hingga sentimen pasar. Ada satu pendekatan yang bisa digunakan yaitu analisis fundamental.

Sebagai seorang trader, apakah kamu tahu tentang "senjata rahasia" untuk bisa naik level? Di market forex yang dinamis, kita perlu tahu lebih dalam untuk memahami pasar dengan pendekatan analisis fundamental yang membantu melihat gambaran lebih besar tentang mengapa sebuah aset bisa bergerak.

Analisis fundamental merupakan metode analisis yang digunakan untuk menilai nilai suatu aset berdasarkan faktor ekonomi, keuangan, politik hingga industri yang mempengaruhinya.

Tujuannya untuk apa sih? Jelas sekali, analisis ini bertujuan untuk memahami apakah sebuah aset itu memiliki nilai yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan harga yang diperdagangkan di pasar. Pendekatan ini tuh berusaha mencari tahu mengapa dan bagaimana sebuah harga bisa bergerak.

Saat bank sentral menaikkan suku bunga , maka nilai mata uang negara tersebut tentunya akan menguat–karena investor akan tertarik untuk menempatkan dana pada instrumen yang memberikan penawaran imbal hasil yang lebih tinggi.

trading tebak-tebakan

Contohnya begini; misalkan suku bunga Amerika Serikat ada di level 4%, kemudian karena inflasi yang meningkat maka bank sentral di AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga menjadi 5%. Kenaikan suku bunga ini membuat instrumen keuangan berbasis dolar AS seperti obligasi pemerintah atau deposito jadi lebih menarik karena menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Maka, nggak heran kalau akan banyak menarik investor dari berbagai negara untuk membeli dolar AS terlebih dahulu dan kemudian mulai berinvestasi di Amerika Serikat. Hal ini tentu membuat permintaan dolar meningkat.

Alurnya tuh kayak gini:

penguatan mata uang

  Apakah Pendekatan Fundamental Masih Penting untuk Day Trader?

analisa fundamental

Banyak yang menganggap bahwa analisis fundamental hanya relevan dan sering muncul untuk investor jangka panjang. Bagi Day trader biasanya mengandalkan analisis teknikal, namun menggunakan analisis fundamental pun tetap menjadi penting, terutama saat ada rilis data ekonomi yang penting dan sebagai alat mitigasi risiko dalam menghindari kerugian yang besar.

Pada kenyataannya hampir semua pergerakan besar di pasar keuangan berawal dari faktor fundamental. Lantas, seberapa penting analisis ini bagi day trader?

Fundamental untuk para Day trader ini membantu membaca sentimen pasar. Pada tipe trader ini, fundamental berperan dalam membantu memahami sentimen pasar secara keseluruhan. Misalnya, pasar sedang menunggu hasil suku bunga dari bank sentral, jika mayoritas pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan naik–maka biasanya mata uang negara tersebut akan mulai menguat.

Dengan day trader memahami konteks fundamental, ia dapat mengetahui mengapa harga bergerak dalam tren tertentu dan akan menghindari transaksi yang melawan sentimen pasar.

Disamping itu, day trader bisa memanfaatkan momentum  setelah rilis data ekonomi yang penting, seperti;

  • Data tenaga kerja (NFP)

  • Inflasi (CPI)

  • Pertumbuhan Ekonomi (GDP)

  • Pernyataan bank Sentral

  • dan keputusan suku bunga

Dalam praktiknya, banyak day trader yang menggabungkan analisis fundamental untuk menjadi penentu antara bias pasar dan analisis teknikal untuk mencari titik masuk transaksi.

Penggunaan analisis fundamental tetap penting–bahkan bagi day trader. Tingkat kepentingannya saja yang disesuaikan dengan gaya trading yang digunakan. Biasanya untuk day trader memanfaatkan fundamental untuk membaca sentimen dan momentum pasar. Semakin pendek jangka waktu trading, maka semakin kecil peran fundamental dalam menentukan entry dan exit.

Namun, memahami berbagai faktor fundamental tetap penting karena pasar tidak hanya bergerak berdasarkan pola grafik, tapi juga dipengaruhi oleh berbagai peristiwa ekonomi dan kebijakan yang terjadi.

Catat! Ini Beberapa Kesalahan Saat Menggunakan Analisis Fundamental

kesalahan analisa fundamental

Dalam menggunakan analisis fundamental, kesalahan terbesar kerap terjadi akibat salah menafsirkan data atau menggunakan metode yang tidak sesuai dengan tujuan trading kamu.

Bagi trader pemula yang mulai mempelajari dan memahami analisis fundamental–beberapa diantaranya kerap mengalami kesalahpahaman yang menganggap bahwa setiap berita baik akan membuat harga ikut naik dan sebaliknya. Padahal, kondisi pasar jauh lebih kompleks dari perkiraan tersebut.

Banyak trader pemula yang mengalami kerugian karena salah dalam memahami cara kerja informasi fundamental, berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan trader pemula:

  1. Hanya Fokus Pada Headline Berita

Banyak banget trader yang berani mengambil keputusan hanya berdasarkan judul berita saja tanpa memahami konteks berita dan isu yang lebih luas. Contohnya gini; misal ada berita dengan judul "Inflasi Amerika Serikat Naik Menjadi 5%!" lalu kamu langsung beranggapan bahwa dolar pasti akan ikutan menguat, hayo siapa yang suka begini, ngaku?

Padahal informasi tersebut belum tentu cukup kredibel untuk menentukan arah pasar. Yang harus kamu pahami bukan hanya angka inflasinya, tetapi lebih dari itu, seperti; berapa ekspektasi pasar sebelumnya? apakah kenaikannya lebih tinggi atau justru lebih rendah? gimana respon bank sentral pada kondisi tersebut? hingga bagaimana sentimen investor dalam menanggapi berita itu?

Nah, biasanya pasar justru bergerak berlawanan dari asumsi para trader yang hanya melihat headline berita tanpa membaca isi secara keseluruhan.

  1. Tidak Paham pada Ekspektasi Pasar

Dalam trading, pasar tidak hanya bereaksi terhadap data yang dirilis tapi juga terhadap perbedaan antara hasil yang aktual dan ekspektasi pasar.

Mungkin kamu pernah berada diambang kebingungan saat membaca data seperti; "data ekonominya bagus, tapi kok harga nya malah turun ya?" atau sebaliknya. Hal itu biasanya karena kamu mengabaikan ekspektasi pasar.

Karena yang dinilai pasar bukan hanya datanya saja, melainkan juga pada apakah data tersebut lebih baik atau malah lebih buruk dari ekspektasi yang sebelumnya.

Pada konteks ini, memang mengakibatkan reaksi harga yang bisa berbeda dari yang dibayangkan trader. Misalkan pasar memperkirakan adanya inflasi sebesar 4% tetapi data aktualnya malah menunjukkan inflasi yang hanya 3,8%. Pasar akan menganggap bahwa data tersebut adalah sebuah kabar baik karena hasilnya lebih rendah dari perkiraan–meskipun inflasinya masih tergolong tinggi.

3.   Mengabaikan Manajemen Risiko

Rasanya hal ini seringkali menjadi salah satu kesalahan terpopuler di dunia trading. Terlalu banyak trader yang merasa percaya diri saat membaca analisis ekonomi atau berita tertentu, yang kemudian mereka berani membuka posisi dengan ukuran yang terlalu besar karena yakin pasar akan bergerak sesuai prediksi.

Padahal, sudah jelas bahwa tidak ada analisis yang mampu menjamin hasil sempurna! Data ekonomi saja meskipun dianggap positif tetap bisa menghasilkan reaksi pasar yang tidak terduga, maka jangan pernah mengabaikan pengelolaan risiko.

Kondisi pasar keuangan itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti; sentimen investor, kondisi geopolitik hingga aksi mengambil untung dari pelaku pasar besar. Maka bisa dianggap jika trader yang mengandalkan fundamental tanpa manajemen risiko itu ibarat kamu mengemudi dengan kecepatan tinggi tanpa rem.

4.   Melakukan Trading Tanpa Strategi

Banyak trader yang mudah tergoda membuka posisi sebelum berita ekonomi penting dirilis. Padahal, momen rilis berita itu sering menjadi salah satu periode paling berisiko dalam trading, loh!

Trader banyak berharap bisa menangkap momen pergerakan besar dalam waktu yang singkat. Namun justru saat berita penting rilis, maka pasar akan mengalami pergerakan harga yang tidak beraturan hingga lonjakan volatilitas ekstrem.

Contohnya seorang trader membuka posisi beli karena memiliki keyakinan pada data ekonomi yang akan positif, kemudian setelah berita dirilis, harga justru bergerak tajam ke bawah hingga berbalik naik. Di sini jika kamu melakukan trading tanpa strategi yang jelas, kamu akan terkena stop loss meskipun prediksinya benar.

Analisis fundamental dapat menjadi alat yang sangat berguna untuk memahami pergerakan pasar. Namun, banyak trader pemula terjebak dalam kesalahan yang justru membuat mereka sulit memanfaatkan informasi tersebut secara efektif.

Selain memiliki kemampuan membaca berita, keberhasilan dalam menggunakan analisis fundamental juga harus memiliki pemahaman terhadap bagaimana pasar bereaksi pada informasi dan kemampuan mengelola risiko saat kondisi pasar berubah dengan cepat.

Antara Analisis Fundamental vs Teknikal, Mana Yang Cocok Buat Kamu?

fundamental VS teknikal

Dua pendekatan yang biasa sering digunakan dalam menganalisis pasar dalam trading adalah; analisis fundamental dan analisis teknikal. Sebelumnya pada artikel ini sudah dijelaskan definisi dan penggunaan analisis fundamental dalam trading. Lantas, apa bedanya dengan analisis teknikal?

Keduanya memiliki tujuan yang sama dalam membantu trader mengambil keputusan, tetapi cara kerja dan informasi yang digunakannya berbeda

Mungkin kedua pilihan ini kerap menjadi perdebatan bagi trader pemula dalam memilih mana yang lebih baik dan lebih cocok digunakan.

Dalam analisis fundamental, ia berfokus pada faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi nilai suatu mata uang. Pendekatan ini biasanya berangkat pada pemahaman yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi suatu negara dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah dan bank sentral.

Analisis fundamental ini mampu dalam membantu memahami penyebab pergerakan pasar, dan efektif untuk melihat tren jangka menengah hingga jangka panjang. Namun, ia membutuhkan pemahaman ekonomi yang lebih mendalam dan sulit dalam menentukan titik entry dan exit yang pas.

Sementara, dalam analisis teknikal berfokus pada pergerakan harga yang sudah terjadi di pasar trading. Dalam pendekatan ini mempercayai bahwa seluruh informasi yang tersedia pada akhirnya tercermin dalam sebuah harga.

Maka, dalam teknikal tidak terlalu berfokus pada berita ekonomi, namun merujuk pada menganlisis grafik untuk mencari peluang trading.

Pendekatan teknikal ini mudah digunakan untuk menentukan entry dan exit dan cocok untuk trading jangka pendek, namun terkadang terlalu rentan terhadap sinyal palsu dan kurang memperhatikan faktor ekonomi yang mendasari pasar.

Jadi, mana yang cocok kamu gunakan?

Kalau kamu menyukai pemahaman ekonomi dan mengikuti pemberitaan pasar trading, fokus pada tren jangka menengah hingga jangka Panjang dan tidak terlalu sering membuka posisi artinya kamu cocok menggunakan pendekatan fundamental.

Pendekatan ini banyak digunakan oleh swing trader dan position trader yang mempertahankan posisinya selama beberapa hari hingga beberapa bulan.

Tapi, jika kamu lebih menyukai analisis grafik, fokus pada tren jangka pendek, aktif mencari peluang trading setiap hari dan butuh kejelasan dalam titik entry dan exit–maka kamu bisa menggunakan pendekatan teknikal yang yang biasanya digunakan trader yang membutuhkan keputusan cepat berdasarkan kondisi pasar saat itu.

Namun, keduanya pun bisa digabungkan loh! Kamu bisa memakai fundamental untuk menentukan arah pasar secara umum kemudian memanfaatkan analisis teknikal untuk mencari Waktu masuk yang ideal.

Dear para trader, memahami fungsi masing-masing analisis dan sesuai dalam penggunaannya lebih penting dibandingkan terus bertanya kecocokan pendekatan yang lebih cuan. Karena pada akhirnya, pasar tidak hanya dipengaruhi oleh angka ekonomi saja, namun juga oleh perilaku Harga yang tercermin pada kondisi pasar saat itu.

Ingin mahir dalam membaca dan memanfaatkan analisa fundamental dalam trading forex yang semakin rumit? Karena kini sudah saatnya kamu untuk lebih cuan dan menjadi trader yang profesional bersama Quickpro ! Yuk! naikkan kelas trading kamu dan langsung buka akun sekarang untuk merasakan kemudahan bertransaksi yang transparan!

Tags:
  • Forex
Bagikan:
Link berhasil disalin