Metode Trading Forex: Menemukan Strategi yang Cocok dengan Karakter Diri

Quickpro.co.id - Tahukah kamu? banyak orang masuk trading bertujuan untuk menggunakan metode trading yang paling bisa menghasilkan profit secara konsisten. Mereka kerap berpindah dari satu indikator ke indikator lainnya, atau ikutan berbagai kelas trading hingga mengubah-ubah strategi saat mengalami beberapa kali loss. Tapi sebenarnya seperti apa sih metode trading itu?

Pertanyaan yang sering hadir adalah kenapa metode trading perlu gagal dulu? Rahasianya adalah ada kenyataan yang jarang dibicarakan secara terbuka di dalam dunia trading; bahwa sebagian metode justru perlu mengalami kegagalan terlebih dahulu sebelum benar-benar bisa dipahami dan digunakan dengan matang.

metode trading forex

Karena teorinya bahwa trading bukan hanya sekedar menemukan strategi terbaik , tetapi bagaimana proses mengenali diri kita saat menghadapi risiko, tekanan dan ketidakpastian pasar, maka pada fase tersebut kata gagal pada akhirnya memiliki makna.

Trader Dibentuk Lewat Proses Trial dan Error

trial and error trader

Dalam praktiknya, hampir tidak ada trader yang langsung cocok dengan metode pertama. Mungkin sebagian ada yang awalnya percaya pada indikator yang rumit, lalu kemudian kembali pada price action yang lebih sederhana, atau mungkin ada yang merasa nyaman dengan scalping meskipun akhirnya merasa kelelahan secara mental. Dari kasus itu semua, adalah proses pembentukan melalui pengalaman mencoba, salah membaca pasar bahkan pada fase kehilangan momentum.

Fase trial & error ini kerap dianggap sebagai proses yang membuang waktu, padahal dari situlah seorang trader mulai membangun rasa terhadap market. Karena market tidak hanya bergerak lewat angka saja, namun juga bergerak dengan ritme, mulai dari ritme kapan momentum mulai melemah, kapan emosi mulai mengambil alih dan kapan trader seharusnya diam meskipun setup-nya terlihat menarik.

Hal itu bisa kita rasakan dan pelajari dari terbentuknya pengalaman yang repetitif. Jadi pengalaman gagal bisa menjadi salah satu kunci terbentuknya metode yang baik kedepannya.

Biasanya trader sering disibukkan dengan mencari strategi yang sempurna, hingga ia lupa bahwa kemampuan membaca potensi diri sendiri jauh lebih penting.

Jadi, metode yang cocok itu dibentuk bukan ditemukan. Kok bisa?

Banyak trader berpengalaman yang menyadari bahwa strategi terbaiknya bukanlah dengan strategi yang rumit, namun dengan strategi yang sesuai dan cocok dengan karakter pribadinya. Artinya bahwa metode trading itu sebenarnya mengalami sebuah evolusi bersama penggunanya.

Dalam trading terdapat berbagai macam strategi, seperti; scalping, day trading, swing trading dan position trading. Dengan tersedianya beragam strategi, maka kamu sebagai trader bisa menggunakan dan memilih strategi yang sesuai dengan karakter dirimu sendiri.

Bahkan bisa saja, strategi yang kamu pakai hari ini akan berbeda dengan strategi saat pertama kali belajar trading. Mungkin atas hal tersebut mengapa trading seringkali menjadi perjalanan yang personal.

Contohnya seperti ada dua orang yang memakai indikator yang sama, timeframe sama bahkan pair yang sama--namun pada hasil akhirnya pasti akan berbeda tergantung pada bagaimana cara mereka mengambil keputusan.

Jadikan Kegagalan Menjadi Bagian dari Sistem

kegagalan trader

Dalam kacamata trading profesional, kerugian adalah sesuatu yang sudah diperhitungkan sejak awal–bukan sesuatu yang harus dihindari.

Saat kamu menjadi trader yang profesional, maka kamu akan memahami bahwa market tidak bisa dikontrol, dan bahwa tidak semua analisis akan benar--begitu pun dengan metode yang tidak semua menggunakan metode dengan win rate 100%!

Adanya buku panduan atau metode dalam trading sebenarnya bertujuan untuk membangun sistem yang tetap bisa bertahan meskipun mengalami kegagalan berkali-kali. Perlu dicatat beberapa hal penting dalam trading yang muncul setelah mengalami kerugian, diantaranya adalah: belajar menghargai risk management, mengurangi ego, belajar menunggu hingga belajar menerima bahwa tidak semua peluang harus diambil.

Dan pada akhirnya, metode trading yang baik bukanlah metode yang selalu profit, tetapi metode yang mampu membuat seseorang terus bertumbuh dan berkembang tanpa kehilangan kendali atas dirinya sendiri. 

Pakai Metode Simpel Tapi Konsisten vs Metode yang Effort

Dalam konsep trading yang mencari kepastian, banyak para trader yang semakin lama ia belajar memahami trading maka semakin besar pula kemungkinannya dalam membuat system trading yang terlalu rumit. Padahal, dalam ironinya keadaan market pun tidak pernah benar-benar pasti!

Pada fenomena inilah, hadir kemungkinan pilihan menggunakan metode yang simple tapi dilakukan konsisten atau memakai metode yang rumit, namun kerap bisa membuat kehilangan arah.

Semakin banyak aturan yang dibuat, semakin sulit untuk mengambil keputusan. Trader mulai sibuk mencari metode yang sempurna sampai tidak sadar ia telah kehilangan momentum entry. Biasanya ego yang muncul dari trader ingin menghindari loss sepenuhnya, hingga mereka akhirnya terus menambahkan berbagai filter agar posisi terasa aman. Namun, faktanya market tidak bekerja dengan pasti, akhirnya metode yang sempurna pun tetap bisa gagal.

Jika memberikan versus antara metode simple dan yang rumit, ada hal yang menarik yaitu banyak trader berpengalaman yang akhirnya memilih metode yang lebih sederhana, karena menyadari bahwa konsistensi jauh lebih penting. Menggunakan strategi yang simple membuat keputusan menjadi lebih jernih dan real.

Kesederhanaan juga membentuk trader dalam membangun kedisiplinan. Dan dalam trading, konsisten dengan mengulang proses menjadi lebih berharga disbanding penuh effort yang mendapatkan profit besar lewat strategi yang rumit.

Satu Market, Banyak Metode: Mana yang Cocok Untuk Kamu?

Trading di market

Ada hal yang perlu dipahami bahwa dalam trading tidak setiap metode itu cocok untuk semua orang, meskipun pada kenyataannya market yang sama bisa menghasilkan pendekatan yang berbeda bagi tiap trader.

Maka memilih metode trading bukan hanya soal potensi profit, tetapi juga soal mengenali diri sendiri. Karena strategi yang berhasil di tangan orang lain, belum tentu akan berhasil dan cocok dengan cara berpikir, kebiasaan dan gaya hidup kita sendiri.

Dalam forex, metode trading sering dibedakan berdasarkan durasi dan cara menghadapi market.

1. Scalping: Cepat, Intens dan Fokus!

Biasanya metode scalping dilakukan dalam waktu yang singkat. Di sini trader mencari pergerakan yang kecil tapi berulang. Bagi beberapa orang, metode ini menarik, karena hasilnya cepat terlihat, marketnya selalu aktif dan ada sensasi sendiri saat mengambil keputusan yang cepat.

Metode scalping menuntut fokus yang tinggi dengan kestabilan emosi. Trader harus mampu berpikir cepat tanpa panik, karena sedikit saja terlambat mengambil keputusan maka bisa mengubah profit menjadi loss.

Ritmenya yang cepat seringkali membuat lelah secara mental. Dan tidak semua orang nyaman berlama-lama mantengin chart dalam waktu yang lama.

Metode scalping ini cocok untuk kamu yang memiliki kepribadian aktif, responsif, suka dinamika yang cepat dan mampu bekerja di bawah tekanan.

2. Swing Trading: Sabar Menunggu Momentum

Bagi kamu dengan kepribadian yang tenang, tidak suka tekanan yang cepat, memiliki kesabaran dan nyaman berpikir strategis mungkin akan cocok dengan metode swing trading ini.

Metode ini lebih santai, trader biasanya menahan posisi selama beberapa hari untuk menangkap pergerakan market yang lebih besar; tidak terburu-buru mengambil keputusan.

Swing trading memberikan ruang untuk berpikir lebih tenang, fokusnya pada membaca arah market secara keseluruhan dibanding mengejar sebuah pergerakan yang kecil. Tapi cobaannya adalah tentang kesabaran!

Seringkali trader harus bisa menahan godaan untuk entry yang berlebihan. Trader perlu siap untuk menghadapi floating sementara tanpa langsung panik menutup posisi.

Beberapa orang menganggap bahwa swing trading ini terasa lebih realistis karena bisa dijalankan sambil bekerja atau beraktivitas lainnya.

3. Position Trading: Melihat Market dari Perspektif yang Lebih Besar

Nah, untuk metode ini memiliki pendekatan yang lebih panjang lagi. Trader bisa menahan posisi selama berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan untuk melihat arah yang lebih besar terbentuk alih-alih fokus pada harian market.

Trader tipe metode ini biasanya tidak terlalu peduli pada fluktuasi kecil, ia akan fokus pada tren yang memiliki jangka Panjang, pada faktor ekonomi hingga sentimen global.

Metode ini membutuhkan seseorang dengan pribadi yang sabar, tidak emosional, tidak fomo sering entry dan mampu melihat market dengan perspektif jangka panjang.

Pada akhirnya, trading bukan hanya soal membaca chart saja, tetapi juga membaca diri sendiri. Karena metode yang cocok adalah metode yang bisa dijalankan dengan tenang--bahkan saat market sedang tidak ideal.

Menerapkan metode yang oke untuk trading itu diperlukan konsistensi dan paham sama diri sendiri. Gak ribet dan gak usah ikut-ikutan orang lain! 

Jangan nunggu "untung dulu" baru mulai, kamu bisa langsung mulai pakai akun demo di QuickPro!, pelan-pelan ngelatih kamu bikin strategi, evaluasi hasil dan memperbaiki kesalahan! Mulai sekarang, kamu jadilah trader yang #BisaNaikLevel!

Tags:
  • Forex
Bagikan:
Link berhasil disalin