Highlight:
Secara fundamental, probabilitas kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve turun drastis menjadi 31% menyusul rilis data inflasi AS yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Kondisi ini sangat menguntungkan pergerakan aset safe-haven tanpa imbal hasil ( non-yielding asset ) seperti emas untuk kembali mendominasi dan melanjutkan tren penguatan.
Di saat yang sama, perak mulai bergerak lebih responsif dan mencoba mengejar ketertinggalan penguatan dari emas ( outperforming gold ) dalam jangka pendek. Hal ini dikonfirmasi oleh data penyusutan Gold/Silver Ratio dari 67,88 menjadi 67,22.
Berbanding terbalik dengan logam mulia, prospek minyak mentah berbalik tertekan. Meskipun terdapat ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, pasar merespons keras adanya lonjakan inventaris minyak mentah komersial AS terbesar sejak awal 2023. Tekanan bearish ini semakin valid dengan adanya pemangkasan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global 2026 oleh pihak OPEC.
===
Data Ekonomi Penting Pekan Ini
====
Tinjauan Teknikal
STRONG XAUUSD

Trade Plan:
===
STRONG XAGUSD

Trade Plan:
===
WEAK OIL

Trade Plan: