Highlight:
Secara fundamental, pasar komoditas pekan ini didorong oleh lonjakan eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta menguatnya kembali kekhawatiran inflasi global.
Penutupan pipa minyak utama East-West di Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari pasca serangan drone dari Irak, ditambah insiden pembakaran kapal tanker di Selat Hormuz yang memangkas volume transit minyak hingga 50%, memicu lonjakan harga minyak mentah WTI kembali melambung tinggi menembus level $100 per barel.
Melambungnya harga minyak secara langsung mengerek ekspektasi inflasi global menjadi lebih tinggi dan bertahan lebih lama ( persistent inflation ). Menyusul rilis data inflasi AS (CPI dan PPI) Agustus yang lebih panas dari perkiraan, probabilitas kenaikan suku bunga oleh The Fed pada rapat FOMC pekan ini melonjak tajam hingga 86.5% - 87% (berdasarkan CME FedWatch Tool).
Kondisi ini memicu kenaikan imbal hasil ( yield ) obligasi US Treasury 10-tahun dan memperkuat nilai tukar Dolar AS. Kuatnya Dolar AS dan tingginya yield obligasi menjadi pukulan telak bagi aset safe-haven tanpa imbal hasil seperti emas (XAUUSD) dan perak (XAGUSD).
Perak (XAGUSD) juga tertekan ganda akibat aksi likuidasi masif di tengah pengetatan moneter bank sentral global (ECB dan BOJ) serta kekhawatiran melambatnya permintaan industri.
===
Data Ekonomi Penting Pekan Ini
====
Tinjauan Teknikal
WEAK XAUUSD

Trade Plan:
===
WEAK XAGUSD

Trade Plan:
===
STRONG OIL

Trade Plan:
#FavoritnyaTraderEmas