Highlight:
· Emas diuntungkan secara signifikan dari pelemahan dolar AS yang berulang serta ketidakpastian tarif dagang yang berkelanjutan pasca putusan Mahkamah Agung terkait tarif Trump. Para investor khawatir putusan tersebut dapat membebani keuangan pemerintah, meskipun pasar saham menunjukkan pemulihan di akhir sesi perdagangan. Kendati demikian, kondisi makroekonomi ini mempertahankan prospek positif bagi emas, yang berhasil mencatatkan kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Ketegangan antara AS dan Iran juga turut andil mengangkat harga emas.
· Data US Core PCE Price Index yang diumumkan Jumat lalu naik dari 0,2% ke 0,4%. Data ini merupakan data inflasi yang sangat diperhatikan oleh Fed. Jika inflasi AS tetap membandel di atas target, Federal Reserve mungkin menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan menaikkannya kembali. Karena perak tidak memberikan imbal hasil (bunga), suku bunga tinggi meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang logam mulia dan bisa mengurangi permintaan perak. Selain itu lebih dari 50% permintaan perak berasal dari sektor industri (panel surya, kendaraan listrik, dan elektronik). Jika terjadi perlambatan ekonomi global atau resesi, aktivitas manufaktur akan menurun, yang secara langsung menekan permintaan fisik perak.
· Persediaan minyak mentah AS mencatat penurunan 9 juta barel, mencapai level terendah dalam enam bulan, sementara US GDP awal turun menjadi 1,4%. Di sisi lain, putusan Mahkamah Agung yang menentang tarif impor Trump memicu respons balasan berupa rencana tarif tambahan 15% secara global, yang berpotensi memicu kembali sentimen risk-aversion di seluruh pasar.
· Dolar AS (USD) kembali mengukuhkan kekuatannya di akhir pekan lalu, dengan pasangan EURUSD cenderung bergerak di bawah tekanan. Secara umum USD ini tetap mempertahankan momentum positifnya meskipun terdapat rilis data ekonomi Amerika yang kurang menguntungkan. Meskipun EURUSD sempat sedikit menguat pada hari Jumat menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang menentang tarif Presiden Donald Trump, kenaikan tersebut tidak signifikan untuk mengubah tren penguatan Dolar AS secara keseluruhan.
===
Data Ekonomi Penting Pekan Ini:
Waktu (WIB) | Negara | Data | Forecast | Previous |
Selasa, 24 Februari 2026 | ||||
22.00 | US | CB Consumer Confidence (Feb) | 87.6 | 84.5 |
Rabu, 25 Februari 2026 | ||||
09.00 | US | U.S. President Trump Speaks |
|
|
14.00 | EU | German GDP (QoQ) (Q4) | 0.3% | 0.3% |
17.00 | EU | CPI (YoY) (Jan) | 1.7% | 1.7% |
22.30 | US | Crude Oil Inventories |
| -9.014M |
Kamis, 26 Februari 2026 | ||||
20.30 | US | Initial Jobless Claims | 216.K | 206K |
Jumat, 27 Februari 2026 | ||||
20.00 | US | German CPI (MoM) (Feb) |
| 0.1% |
20.30 | US | PPI (MoM) (Jan) | 0.3% | 0.5% |
21.45 | US | Chicago PMI (Feb) | 52.4 | 54.0 |
===
Tinjauan Teknikal
STRONG XAUUSD

Trade Plan:
BUY AREA | : | 4965.50 - 5096.25 |
SL | : | 4773.90 |
TP1 | : | 5258.83 |
TP2 | : | 5523.58 |
TP3 | : | 5799.52 |
===
WEAK XAGUSD
Trade Plan:
SELL AREA | : | 86.810 - 80.200 |
SL | : | 95.240 |
TP1 | : | 72.205 |
TP2 | : | 60.694 |
TP3 | : | 49.252 |
===
STRONG OIL
Trade Plan:
BUY AREA | : | 65.15 - 65.15 |
SL | : | 63.62 |
TP1 | : | 67.53 |
TP2 | : | 69.62 |
TP3 | : | 71.76 |
===
WEAK EURUSD
Trade Plan:
SELL AREA | : | 1.18600 - 1.18160 |
SL | : | 1.19414 |
TP1 | : | 1.17353 |
TP2 | : | 1.16331 |
TP3 | : | 1.15296 |